IKHLAS

Ikhlas adalah mengerjkan amal perbuatan atu ibadah semata-mata hanya mengharap keridhoan Allah SWT atau meng-Esa-kan atau mengkhususkan Allah SWT sebagai tujuan dalam berbuat taat kepada-Nya. Ikhlas merupakan ruh dari segala amal dan ibadah. Amal perbuatan atau ibadah yang tidak didasari dengan niat yang ikhlas, maka amal ibadahnya itu tidak akan diterima oleh Allah SWT.
Agar kita bisa membuka ikhlas pada diri kita itu ada kunci atau tipsnya, kunci ikhlas itu ada di dalam hati yang melakukan amal atau perbuatan tersebut. Maka sah atau tidaknya amal perbuatan itu tergantung ikhlas tidaknya hati sang pelaku. JIka di dalam melakukan amal perbuatan itu hatinya bertujuan untuk mendapatkan pujian dari manusia, maka itu berarti dia tidak ikhlas karena Allah SWT dan berakibat amal ibadah yang dilakukannya tidak diterima disisi Allah SWT, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah, beliau bersabda :
Allah tidak menerima amal,melainkan yang didasari ikhlas dan karena mencari ridho-Nya”.
Allah SWT benar-benar memerintahkan kepada semua hamba-hamba-Nya untuk memasang niat ikhlas dalam setiap ibadahnya, dan jangan sampai mencampuri niat setiap amal ibadah dengan hal lain yang akan merusak pahala setiap amal ibadah kita.
Ada beberapa ayat yang menerangkan tentang ikhlas:
  1. QS.Al-Bayinah 5
وَ ما أمر و ا الا لعبد و اا لله مخلصين له الدين حنفاء و يقيمواا لصلا ة ويؤ توا لزكا ة ود لك دين القيمه َ
Yang artinya:
“Padahal mereka tidakdisuruh kecuali untuk menyembah Allah dengan memeurnikan ketaatan kepada-Nya dalam mengmalkan agama secara lurus, dan agar mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. ( QS.Al-Bayinah 5)
  1. QS. Al- Haj 37

لن يَنا ل الله لحو مها ولا د ما ؤ ها ولكن ينا له التقو ى منكم كذلك سخرهالكم لتكبروا الله عل م هد ىكم وبشرالمحسنين
Yang artinya:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan dapat mencapai keridhaan Allah, namun yang dapat mencapainya adalah ketakwaanmu”. (QS. Al-Haj 37). “Menurut Ibn Abbas, ketakwaan disini adalah maksudnya niat yang tulus ikhlas”.

  1. QS. Al Imran 29
قُلْ إِن تُخْفُوْا مَا فِى صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُ وهُ يَعْلَمهُ اللهُ وَيَعْلَمُ مَا فِى السَمَوَاتَ وَمَافِى الْأَرْضِ وَاللهُ عَلَى كُلِ شَى ءٍقَدِيرٌ
Yang Artinya:
“Katakanlah: Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran 29)
Sifat ikhlas dapat dikatakan sebagai pembersih hati dari berbagai niat dan tujuan yang bukan karena Allah SWT, sehingga dalam proses mendekatkan diri kepada Allah SWT menjadi bersih dan murni tidak terkotori oleh sifat riya’.
Orang yang cinta kepada Allah SWT dan kampung akhirat akan tercermin dalam setiap langkah dan gerak- geriknya yang selalu diwarnai dengan keikhlasan. Sedangkan orang yang cintanya terhadap dunia dan gemerlapnya harta, setiap gerak-geriknya dan perbuatannya tidak mencerminkan keikhlasan. Mempertahankan keikhlasan itu artinya kita harus mengalahkan kesenangan-kesenangan dunia dan hawa nafsu, mengosongkan hati dari semua itu dan memasangnya dengan tulus ikhlas dan mengharap ridho Allah SWT. Sebab banyak orang yang menyangka ibadahnya bakal diterima Allah SWT padahal tidak dan hanya sia-sia belaka, karena kurang waspada terhadap segala sesuatu yang bisa merusak niatnya.
Ada contoh dari sebuah kisah yang bercerita tentang seseorang yang sebelumnya sholat dengan santai dan asal-asalan, akan tetapi ketika ada salah satu ustadznya berdiri dan sholat dibelakangnya, seketika itu ia membagus-baguskan sholatnya. Nah, dari situlah dapat diambil kesimpulan bahwa si murid itu tadi hatinya condong terpaut kepada si Ustadz, bukan kepada Allah SWT.
Dan orang-orang yang lalai seperti itu akan mendapatkan amal kebaikannya menjadi keburukan dan kejelekan pada hari kiamat nanti.
Sebagaimana disebutkan dalamfirman Allah dalam surat Az-Zumar 47-48 :
وَ لَوْ أَنَ لِلَذِ يْنَ ظَلَمُوْا مَا فَ اْلأرْضِ جَمِيْعًا وَمِثْلَهُ،مَعَهُ،لَاُ فْتَدَوْاْبِهِ مِن سُوءِالْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَمَةِ وَبَدَا لَهُم مِنَ ا لله مَا لَمْ يَكُوْ نُوْا يَحْتَسِبُوْنَ 47:
Yang artinya: “ Andaikata orang-orang yang zalim itu memiliki semua yang diatas bumi dan lipat dua kali dari itu, pasti mereka akan menjadikan kekayaan itu untuk menebus dirinya dari beratnya siksa pada hari qiamat. Dan telah nyata bagi mereka dari kekuasaan Allah yang tidak mereka sangka-sangka”.
وَبَدَا لَهُمْ سَيِأَ تُ مَا كَسَبُوْا وَحَا قَ بِهِم مَا كَا نُواْ بِهِ يَسْتَهْزِءُوْنَ :48
Yang Artinya: “Dan terlihat oleh mereka kejahatan-kejahatan yang telah mereka lakukan dan layak bagi mereka ditimpa pembalasan akibat apa yang mereka dahulu mengejeknya”.


Dalam firman Allah yang lain, dalam surat Al-Kahfi 103-104 :
قُلْ هَلْ نُنَبءُكُمْ بِالْأخْسَرِيْنَ أعْمَلآَ :103
Yang Artinya : “ Tanyakanlah: Apakah kamu mau saya beri tahu tentang orang yang sangat rugi amal usahanya”.
الَذِ يْنَ ضَلَ سَعْيُهُمْ فِ اْلحَيَوةِ الدُ نْيَا وَ هُمْ يَحْسِبُوْنَ أَنَهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعَا :104
Yang Artinya: “ Yaitu, oang-orang yang habis amal usahanya dalam kehidupan dunia sedang mereka mengira bahwa amal perbuatan mereka cukup baik”.

Ikhlas dan tulusnya niat diukur baik sebelum, selama, dan setelah kita berbuat. Kita harus ikhlas dan tulus di ketiga tahapan ini, bukan dari salah satunya. Penjelasannya ada dibawah ini:
  • Ikhlas (tulus) sebelum berbuat: berarti kita berniat untuk melakukan segala sesuatu karena Allah semata, bukan demi memperoleh pujian, penghargaan, ataupun balasan dari orang; bukan pula demi harta, jabatan, ataupun popularitas di mata khalayak. Ikhlas (tulus) sebelum berbuat juga berarti berkehendak melakukan suatu perbuatan bukan karena dorongan emosi negatif (seperti kemarahan) dari dalam diri, atau ingin bereaksi terhadap suatu situasi ( seperti dikomentari atau dimaki-maki).
  • Ikhlas (tulus) selama berbuat: berarti kita membaguskan perbuatan kita hanya karena keteringatan kita pada Allah, bukan karena keteringatan kita pada manusia;karena selalu merasa diawasi oleh Allah,bukan karena sedang diawasi oleh manusia. Ikhlas (tulus) selama berbuat juga berarti tidak berbuat sesuatu dengan malas-malasan (saat sendiri ataupun tampak oleh orang lain); dan tak gampang mundur, panaik, atau putus asa saat menghadapi kesulitan atau kendala. Ikhlas selama berbuat bisa berarti juga tidak membayangkan kita akan dinilai seperti apa, dipuji, atau dihormati ketika nanti menyudahi perbuatan tersebut, ataupun sebaliknya resah mambayangkan anggapan orang-orang yang nantinya meremehkan.
  • IKHLAS (TULUS) SETELAH BERBUAT: berarti tetap mengingat Allah saat disanjung maupun dicela; tidak sombong saat dipuji, dan kesal saat dimaki. Kita menisbahkan kemampuan berbuat kepada Allah dan bukan kepada kemampuan kita sendiri; menyerahkan hasil perbuatan kita kepada Allah, dan tidak memandang bahwa hasilnya harus seperti hrapan atau kemauan kita. Ikhlas setelah berbuat berarti kita tidak berharap balasan, pujian, ataupun ucapan terimakasih. Ikhlas setelah berbuat berarti juga tidak mengungkit-ngungkit perbuatan yang tela lalu, tidak memamerkannya atau menyombongkannya pada orang lain, tidak membanggakan dalam hati, dan tak tersinggung kalaupun tidak disebut-sebut oleh orang.
Keikhlasan itu bermanfaat, tidak saja bagi masa depan anda (di dunia maupun diakhirat), namun bisa bermanfaat pula bagi persiapan anda untuk berbuat, bagi perbuatan itu sendiri, dan bagi dampak perbuatan itu.
Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
Jika dirasa artikel ini bisa bermanfaat, tolong dibagikan atau dishare ya…


Baca artikel di bawah ini juga:

0 Response to "IKHLAS"

Posting Komentar