SYUKUR KEPADA ALLAH
adalah ungkapan terima kasih kita kepada Allah Swt sebagai Sang
Pencipta Alam semesta dan seisinya yang telah memberikan dan
mencukupi semua kebutuhan makhluk di muka bumi ini. Ungkapan rasa
syukur kepada Allah Swt dari setiap manusia berbeda-beda dan banyak
macamnya. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang SYUKUR KEPADA
ALLAH menurut ajaran dari Agama Islam.
Allah Swt, berfirman
dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7:
وَاِذْتَأَذَّنَ
رَبُّكُمْ لَإنْ شَكَرْ تُمْ لَأَ زِيْدَ
نَّكُم وَلَإنْ كَفَرْتُمْ إن عَذَابِى
لَشَدِيْدٌ
Yang artinya:
“Dan (ingatlah) tatkala
Tuhanmu memaklumkan : sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami
akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangatlah pedih”.
Firman Allah di atas
merupakan peringatan buat kita sebagai makhluk ciptaan-Nya, apakah
kita mau untuk mensyukuri atas semua nikmat-Nya atau kita
mengingkarinya.
Kenapa kita perlu
bersyukur kepada Allah Swt?.
Kita wajib, perlu dan
harus bersyukur kepada Allah Swt karena Allah Swt senantiasa
mencurahkan segala nikmat-Nya kepada kita dengan dengan
bermacam-macam nikmat yang tidak dapat kita hitung jumlahnya.
Allah Swt berfirman dalam
Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 18:
وَاِنْ
تَعُدُّوْانِعْمَةَاللهِ لاَتُحْصُوْهَا
Yang artinya:
“Dan jika kamu
menghitung-hitung nikmat Allah,niscaya kamu tidak akan dapat
menentukan jumlahnya”.
Dari firman Allah dalam
Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 18 diatas dijelaskan, bahwa seandainya
kita berusaha menghitung nikmat Allah satu persatu mengenai berbagai
macam nikmat yang masuk kedalam perut kita saja,rasa-rasanya
kita tidak akan mampu menghitungnya, apalagi menghitung semua nikmat
yang dilimpahkan Allah Swt kepada kita. Kita
harus menyadari bahwa kita tidak akan mampu menghitung semua nikmat
Allah Swt, dan nikmat-nikmat itu merupakan limpahan rahmat Allah Swt
yang diberikan kepada kita semua. Maka dari itu kita harus
pandai-pandai bersyukur kepada Allah Swt.
Karena itulah kita wajib
bersyukur dan berterimakasih kepada-Nya dengan selalu memuji-Nya atas
semua nikmat dan limpahan segala rahmat-Nya ,
dan menggunakan rezeki dan nikmat yang kita peroleh di
jalan-Nya.
Di dalam bersyukur kepada
Allah Swt ada beberapa unsur yang tidak dapat dipisahkan antara yang
satu dengan yang lainnya, yaitu:
- Mengakui nikmat Allah di dalam hatinya
- Membicarakannya secara lahir
- Menjadikannya sebagai sarana untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah Swt
Maka dari itu dapat
dikatakan bahwa unsur-unsur itu berkaitan dengan hati, lisan dan juga
anggota badan. Hati untuk ma’rifah dan mahabbah, lisan untuk memuji
dan mensyukuri nikmat-Nya, dan anggota badan untuk melaksanakan
nikmat itu di jalan-Nya.
Syukur kepada Allah Swt
itu berhubungan dengan iman seseorang, karena orang yang beriman
sudah tentu akan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah Swt.
Sudah tentu orang yang mensyukuri nikmat Allah, pastilah dia memiliki
dasar keimanan yang sangat kuat.
Seperti
dalam firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 147, yang
artinya:
“
Untuk apa Allah akan menyiksamu, jika kamu telah bersyukur dan
beriman. Dan Allah membalas budi dan Maha Mengetahui”.
Dan
Allah SWT telah menjanjikan di dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang
yang bersyukur akan diberikan anugerah yang khusus diantara
hamba-hamba-Nya yang lain. Yang termaktub dalam Al-Qur’an surat
Al-An’am ayat 53, yang artinya:
“Demikianlah
KAMI menguji sebagian mereka dengan sebagian yang lain ( oran yang
kaya dengan orang miskin) supaya orang-orang itu mengatakan:
orang-orang itulah yang diberikan karunia oleh Allah diantara kita.
Tidaklah Allah mengetahui orang-orang yang bersyukur kepada-Nya”.
Tingkatan Syukur kepada
Allah Swt dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:
- Golongan orang yang pandai bersyukur kepada Allah Swt
Golongan
inilah yang paling dicintai Allah Swt, dan merekalah yang akan
mendapatkan balasan kebaikan di dunia dan di akhirat nanti.
- Golongan orang yang kufur terhadap nikmat Allah Swt
Golongan
inilah yang akan dilaknat oleh Allah Swt dan mendapatkan siksa yang
teramat pedih. Sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an surat
Ibrahim ayat 7 diatas, dan dijelaskan dalam firman yang lain dalam
Al-Qur’an surat Ad-Dahr ayat 3 ( yang artinya: “Sesungguhnya Kami
telah menunjukkan jalan (kebenaran), adakalanya ia bersyukur dan
adakalanya ia kufur”)
Semoga kita dijadikan
manusia yang pandai bersyukur kepada Allah Swt dan dijauhkan dari
sifat kufur atas segala nikmat-Nya. Aamiin...Aamiin...Aamiin...
Semoga artikel sederhana
ini bisa bermanfaat untuk kita semua… jangan lupa dibagikan ya,
kalau dirasa ini bisa jadi manfaat dan kebaikan.

0 Response to "SYUKUR KEPADA ALLAH"
Posting Komentar