SYUKUR KEPADA ALLAH

http://hosliislam.blogspot.co.id/2016/03/syukur-kepada-allah.html

SYUKUR KEPADA ALLAH adalah ungkapan terima kasih kita kepada Allah Swt sebagai Sang Pencipta Alam semesta dan seisinya yang telah memberikan dan mencukupi semua kebutuhan makhluk di muka bumi ini. Ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt dari setiap manusia berbeda-beda dan banyak macamnya. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang SYUKUR KEPADA ALLAH menurut ajaran dari Agama Islam.
Allah Swt, berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7:

وَاِذْتَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَإنْ شَكَرْ تُمْ لَأَ زِيْدَ نَّكُم وَلَإنْ كَفَرْتُمْ إن عَذَابِى لَشَدِيْدٌ

Yang artinya:
“Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan : sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangatlah pedih”.
Firman Allah di atas merupakan peringatan buat kita sebagai makhluk ciptaan-Nya, apakah kita mau untuk mensyukuri atas semua nikmat-Nya atau kita mengingkarinya.
Kenapa kita perlu bersyukur kepada Allah Swt?.
Kita wajib, perlu dan harus bersyukur kepada Allah Swt karena Allah Swt senantiasa mencurahkan segala nikmat-Nya kepada kita dengan dengan bermacam-macam nikmat yang tidak dapat kita hitung jumlahnya.
Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 18:

وَاِنْ تَعُدُّوْانِعْمَةَاللهِ لاَتُحْصُوْهَا

Yang artinya:
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya”.
Dari firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 18 diatas dijelaskan, bahwa seandainya kita berusaha menghitung nikmat Allah satu persatu mengenai berbagai macam nikmat yang masuk kedalam perut kita saja,rasa-rasanya kita tidak akan mampu menghitungnya, apalagi menghitung semua nikmat yang dilimpahkan Allah Swt kepada kita. Kita harus menyadari bahwa kita tidak akan mampu menghitung semua nikmat Allah Swt, dan nikmat-nikmat itu merupakan limpahan rahmat Allah Swt yang diberikan kepada kita semua. Maka dari itu kita harus pandai-pandai bersyukur kepada Allah Swt.
Karena itulah kita wajib bersyukur dan berterimakasih kepada-Nya dengan selalu memuji-Nya atas semua nikmat dan limpahan segala rahmat-Nya , dan menggunakan rezeki dan nikmat yang kita peroleh di jalan-Nya.
Di dalam bersyukur kepada Allah Swt ada beberapa unsur yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya, yaitu:
  1. Mengakui nikmat Allah di dalam hatinya
  2. Membicarakannya secara lahir
  3. Menjadikannya sebagai sarana untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah Swt
Maka dari itu dapat dikatakan bahwa unsur-unsur itu berkaitan dengan hati, lisan dan juga anggota badan. Hati untuk ma’rifah dan mahabbah, lisan untuk memuji dan mensyukuri nikmat-Nya, dan anggota badan untuk melaksanakan nikmat itu di jalan-Nya.
Syukur kepada Allah Swt itu berhubungan dengan iman seseorang, karena orang yang beriman sudah tentu akan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah Swt. Sudah tentu orang yang mensyukuri nikmat Allah, pastilah dia memiliki dasar keimanan yang sangat kuat.
Seperti dalam firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 147, yang artinya:
“ Untuk apa Allah akan menyiksamu, jika kamu telah bersyukur dan beriman. Dan Allah membalas budi dan Maha Mengetahui”.
Dan Allah SWT telah menjanjikan di dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang bersyukur akan diberikan anugerah yang khusus diantara hamba-hamba-Nya yang lain. Yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 53, yang artinya:
“Demikianlah KAMI menguji sebagian mereka dengan sebagian yang lain ( oran yang kaya dengan orang miskin) supaya orang-orang itu mengatakan: orang-orang itulah yang diberikan karunia oleh Allah diantara kita. Tidaklah Allah mengetahui orang-orang yang bersyukur kepada-Nya”.

Tingkatan Syukur kepada Allah Swt dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:
  1. Golongan orang yang pandai bersyukur kepada Allah Swt
Golongan inilah yang paling dicintai Allah Swt, dan merekalah yang akan mendapatkan balasan kebaikan di dunia dan di akhirat nanti.
  1. Golongan orang yang kufur terhadap nikmat Allah Swt
Golongan inilah yang akan dilaknat oleh Allah Swt dan mendapatkan siksa yang teramat pedih. Sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7 diatas, dan dijelaskan dalam firman yang lain dalam Al-Qur’an surat Ad-Dahr ayat 3 ( yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menunjukkan jalan (kebenaran), adakalanya ia bersyukur dan adakalanya ia kufur”)

Semoga kita dijadikan manusia yang pandai bersyukur kepada Allah Swt dan dijauhkan dari sifat kufur atas segala nikmat-Nya. Aamiin...Aamiin...Aamiin...
Semoga artikel sederhana ini bisa bermanfaat untuk kita semua… jangan lupa dibagikan ya, kalau dirasa ini bisa jadi manfaat dan kebaikan.

0 Response to "SYUKUR KEPADA ALLAH"

Posting Komentar